Kamis, 01 Maret 2018

Mari Lindungi Privasi Anda Dan Tangkal Hoax, Stop Menyebarkan Hate Speech Dan Persekusi


Mari Lindungi Privasi Anda Dan Tangkal Hoax, Stop Menyebarkan Hate Speech Dan Persekusi - Jaman sekarang adalah jaman milineal yang di mana dengan banyaknya serba internet dan alat canggih yaitu smartphone. Karena yang memegang alat ini bukan hanya orang dewasa saja namun anak kecil juga bisa memegang smartphone dengan baik. Perlu adanya pengawalan atau pengawasan yang ketat agar tidak terjerumus ke hal yang negatif.

Dengan adanya smartphone yang selalu bisa di bawa kemana-mana tidak heran juga setiap bangun pagi ataupun mau tidur pasti melihat Handphone anda dulu, untuk melihat notif atau pemberithauan dari orang lain maupun postingan grup lain.

But, tahukah anda tidak semua handphone juga bisa berdampak bagus untuk anda. Akan tetapi juga bisa berdampak buruk bagi anda yang tidak pandai mengelola dengan baik dan benar, contohnya yaitu orang asing mengetahui keberadaan anda di manapun dan kapanpun. 

Saya akan memberikan informasi tentang apa yang saya dapat di Canopy Center Jl. Purnama 2 No. 1 yang bertemakan Digital Security & Coaching Clinic : Melindungi Diri Diera Digital pada tanggal 26 - 2 - 2018.

Anton Muhajir berkata sebelum anda membuat akun yang ada di sosmed seperti Gmail, Facebook, Instagram, Twitter, dan lain-lainnya. Tanpa anda sadari anda di minta untuk mengisi data-data pribadi. Seperti nama, alamat, tanggal lahir dan nomor handphone hingga ada juga KTP. Lalu anda merasa itu hanya sekedar untuk mengisi syarat dalam membuat akun sosmed padahal itu sangatlah yang bersifat privasi karena terkadang anda tidak peduli maupun berpikir panjang, dampak apa yang terjadi di kemudian hari pada anda? Lalu anda bertanya apakah ada dampaknya? Ya pasti ada dampaknya.

Anton Muhajir (SAFEnet)


Apa saja dampaknya? Dampaknya yaitu apabila ada orang-orang jahat ingin melakukan keburukan pada anda karena dengan mudahnya mereka menemukan anda dimana pun dan kapanpun. Karena juga mereka dapat mengetahui segala informasi privasi anda baik dari alamat tempat tinggal anda hingga nomor Handphone anda juga mereka mendapatkannya dengan mudah. Saya akan memberikan sebuah contoh dengan gaya hidup seseorang yang suka berfoya-foya karena para penjahat suka melihat orang kaya, dengan target mereka pasti orang terdekat seperti keluarga maupun kerabat anda. Karena dengan adanya sosmed ini mereka mengetahui lokasi, tanggal dan waktu keluarga maupun kerabat anda. Apabila anda sudah berkeluarga mereka mengincar seorang anak atau istri anda yang mudah untuk di culik untuk di jadikan tebusan. 

Dan Anton Muhajir berkata juga untuk itu mari lindungi privasi anda dengan cara mengurangi aktifitas postingan anda yang ada di sosmed, berfikir panjang dan mengetahui dampak yang akan terjadi. Karena dengan itu para penjahat digital tidak tertarik dengan gaya hidup anda.

Selain Anton Muhajir menyampaikan pemateri pertama, ada juga pemateri yang lainnya seperti Dr. Ema Rahmaniah dari Mafindo dan Jane Aileen dari YLBHI. Informasi selanjutnya di sampaikan oleh Dr. Ema  Rahmaniah berkata bahwa negara Indonesia adalah negara pengguna internet dan pengguna media sosial yang massif (banyak). Menurut data Menkoinfo terdapat todal 132 Juta internet user dari total 252 juta masyarakat di Indonesia.

Dr. Ema Rahmaniah (Mafindo)

Tahukah anda bahwa untuk tahun 2018 dan 2019 adalah tahun yang penuh dengan pemilihan umum baik dari pemilihan Gubernur, Walikota, Bupati, hingga Presiden di 2019 yang akan datang. Dengan adanya waktu-waktu pemilu ini banyak orang yang tidak bertanggung jawab menyebarkan berita yang bersifat hoax untuk menjatuhkan lawan politik dan mengguntungkan pihak-pihak tertentu. 

Apa itu Hoax? Hoax adalah berita atau informasi yang sifatnya tidak benar, palsu, dan tidak sesuai fakta atau data kebenaran. Dr. Ema Rahmaniah berkata saat ini provinsi Kalimantan Barat menduduki peringkat ketiga (3) dalam hal daerah yang rawan konflik menjelang pemilu.

Lalu bagaimana cara untuk mengetahui berita yang kita dapat merupakan hoax atau bukan? Menurut Dr. Ema Rahmaniah  berkata bahwa cara untuk mengetahuinya yaitu ciri-ciri orang yang suka menyebarkan berita hoax diantaranya yaitu tingak literasi rendah. Literasi rendah yaitu orang-orang yang hanya membaca judul tanpa membaca isi dalam sebuah berita, lalu dengan mudahnya tanpa berpikir panjang menyebarkan atau share berita teresebut, polarisasi akibat isu politik atau sara dan terakhir yaitu era konglomerasi media yang membuat hanya untuk khusus bermain politik.

Dr Ema Rahmaniah berpesan oleh karena itu sebelum anda mempercayai berita yang tidak ada sumbernya dan juga blog yang abal-abal, maka anda harus menghindarinya. Jadilah pembaca yang cerdas jangan hanya sekedar membaca judul tanpa melihat isinya. Ibaratkan peribahasa "Don't judge by its cover". Jangan melihat hanya sampul saja, tapi lihatlah isinya juga. Dan juga apabila anda ikut menyebarkna berita hoax maka dosa jariah berjamaah atau bersama-sama itulah yang akan dapat.

Karena dengan mudahnya jempol like status seseorang dan ikut menyebarkan tanpa tau kebenaran maka di situlah iman anda di uji atau tingkat kecerdasan anda di uji juga.

Dan pemateri selanjutnya yaitu Jane Aileen dari YLBHI (yayasan lembaga bantuan hukum Indonesia). Jane Aileen berkata tentang Cara melawan Hoax, Hate Speech (Ujaran Kebencian)  dan Persekusi. Cara melawan hoax adalah dengan mencari kebenaran atau telusuri berita apakah itu termasuk hoax atau bukan, kemudian tanyakan langsung pada pakar ahlinya. Contoh  tentang kesehatan yang di mana setelah makan kepiting tidak boleh minum vitamin C? karena ada akan terjadi bla...bla. Dan kini anda harus pandai dan cerdas tanyakan pada pakar dunia kedokteran jangan telan mentah informasi yang tidak benar. Kemudian melawan ujaran kebencian dan persekusi?

Jane Aileen (YLBHI)


Apa itu ujaran kebnecian dan persekusi? Ujaran kebencian yaitu menghina, menjelekkan atau membully pada kelompok maupun perorangan dari suku, agama dan ras. Ini di sangat seriuskan karena banyak seseorang untuk menjatuhkan lawan politik mengguna isu sara. Lalu persekusi adalah suatu tindakan yang berujung melakukan tindakan fisik maupun non fisik di mana bisa melalui lewat teror kemudian membully atau menghina dengan langsung. Untuk itu hindarilah dengan bahasa ujaran kebencian dan persekusi.

Sedikit informasi bahwa bukan hanya di jaman sekarang terdapat berita palsu atau hoax, karena di jaman Nabi dan Rasul pun dibuat berita palsa oleh orang yang mempunyai hati yang sombong, iri dan dengki terhadap Nabi dan Rasul  Allah.

Semoga dengan adanya informasi yang saya berikan dapat anda terima dengan baik dan benar. Akhir kata dari saya 

"MARI BERANTAS HOAX, STOP UJARAN KEBENCIAN DAN PERSEKUSI"

Artikel Terkait