Sabtu, 04 Agustus 2018

Hadiah Atlet Untuk Indonesia yang ke 73 Tahun, 17 Agustus 2018


Hadiah Atlet Untuk Indonesia yang ke 73 Tahun, 17 Agustus 2018 - Hari kelahiran bangsa Indonesia tinggal menghitung hari dan tidak terasa umur negara Indonesia kini memasuki 73 Tahun. Wah ternyata sudah tua yah memasuki umur 73 Tahun dan Indonesia sudah mampu membuat gebrakan yang sangat bagus. Nah, untuk itu mari ikuti dan simak tulisan saya ini hehe..

Indonesia Makin Dewasa
Tidak menyangka bahwa Indonesia makin dewasa dan makin memiliki keberanian untuk menampilkan di semua bidang baik non akademik maupun non-akademik di kancah internasional. Ternyata para atlet ini kebanyakan di bawah umur 20 tahun dan tidak pernah di ekpos oleh wartawan Indonesia dan hampir anak jaman now atau anak jaman sekarang tidak tau banyak loh. Wah, apa-apa saja yang sudah membuat Indonesia makin dewasa dan sudah berani menampilkan skill di luar bidang? 


Contoh non-akademik : 



Beberapa hari yang lalu ada seorang atlet yang bernama Lalu Muhammad Zohri menang dengan pelari cepat 100 meter. Dan tahukan anda berapa detik yang di lewati oleh Lalu Muhammad Zohri?? Yupp, dengan 10,18 detik dan umurnya masih di bawah 20 tahun loh!! Wah!! hebat bukan.


Dan lagi ada adik kita yang mengharumkan nama Indonesia dan membuat Indonesia bangga yaitu Samantah Editsho Bocah 10 Tahun yang menang juara catur dunia internasional. Dari sembilan partai yang dilakoni, Samantha Edithso mampu menang delapan kali dan hanya sekali meraih hasil remis sehingga mengumumpulkan 8,5 poin. Satu-satunya hasil remis atau imbang didapatnya ketika melawan Pecatur Uzbekistan, Afruza Khamdamova di babak ketiga. Lawan berat Samantha itu adalah pecatur bergelar WCM dan merupakan juara FIDE World School Chess Championship 2017.

Kemudian ada juga para atlet yang akademik membuat bangsa Indonesia mari kita lihat..

Anak Indonesia Juara Pertama Debat Bahasa Arab di Qatar pada bulan April tanggal 11, 2018

Peserta Indonesia berhasil menyabet juara pertama dalam kejuaraan debat 4th International Schools Arabic Debating Championship 2018, di Doha, Qatar pada 7-11 April 2018. Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Muhammad Basri Sidehabi menyampaikan kebanggaannya atas kemenangan Indonesia dalam kejuaraan bergengsi tersebut. Peserta Indonesia berhasil menyabet juara pertama dalam kejuaraan debat 4th International Schools Arabic Debating Championship 2018, di Doha, Qatar pada 7-11 April 2018. Ajang bergengsi yang dilaksanakan di Qatar National Convention Center Doha ini diikuti 50 negara-negara dari kawasan Amerika, Eropa, Asia, Australia dan Timur Tengah.  

Indonesia mengukir tinta emas di kancah Internasional sebagai Juara pertama International Schools Arabic Debating Championship 2018 untuk kategori non-Native di Qatar. Indonesia berlaga pada kategori non-native speaker, bersama 29 negara lainnya. Pada kategori ini, para siswi kelas 1 SMA ini berhasil meraih juara pertama dalam debat berbahasa Arab itu setelah mengalahkan Pakistan di babak final. Tak hanya itu, tim juga meraih predikat Best Speaker kategori non-native peringkat pertama diraih Aqidatul Izzha Rahayu, kedua oleh Aftina Zakiyya Wafda, dan ketiga Nuriya Lailatus Sakinah.

Siswi SMP Asal Semarang Raih Juara Lomba Kartun Internasional


Siswi Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 17 Semarang Hannani Trisima Anjani (15) menjuarai lomba kartun internasional bertajuk "Cartoon Competition on Environmental Protection 2017" di Tiongkok. Dia menceritakan kontes kartun tersebut dibuka pendaftarannya pada Desember 2017 dengan mengangkat tema perlindungan terhadap lingkungan dan setidaknya ada 3.000 karya yang masuk dari para kartunis di 34 negara. Pada ajang tersebut, remaja yang tinggal di Jalan Cempaka Nomor 24, RT 11/RW 7, Srondol Wetan, Banyumanik, Semarang, itu mengirimkan karyanya yang mengangkat isu tentang kekeringan di suatu wilayah.

Kartun dia menampilkan visual tank yang mampu mengeluarkan air bersih, di depannya ada sejumlah orang mengantre. Idenya, dari negara-negara yang sering kekurangan air, dan juga dilanda perang. Akhirnya, kata dia, kedua problematika dan isu dunia, yakni kekeringan dan perang itu digabung dalam satu karya kartunnya yang kemudian dikirimkannya ke ajang yang menjadikannya sebagai juara itu.

Selama ini, Hannani juga kerap mengirimkan karya kartunnya dalam berbagai lomba tingkat internasional dan sering masuk sebagai finalis, namun baru pada ajang kali ini karyanya berhasil memenangkan titel "bronze". Dari 50 besar kategori pelajar yang mengikuti kontes kartun internasional itu, Hannani juga termasuk paling belia karena para peserta lainnya merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di dunia.

Kepala SMP Negeri 17 Semarang Hariyanto merasa bangga dengan prestasi yang diraih anak didinya tersebut yang diakuinya termasuk siswa berprestasi dengan nilai akademik yang baik di sekolah. Makin bangga saya karena Hannani juga juara di tingkat internasional membawa nama Semarang dan Indonesia, tentunya sekolah juga. Ini bisa jadi contoh yang baik untuk adik-adik kelasnya.

Sementara itu, guru seni rupa SMP Negeri 17 Semarang Suratno mengatakan prestasi siswa merupakan segalanya yang membanggakan sehingga akan terus mengembangkan pembelajaran kartun di sekolah. Kebetulan, kata dia, saat ini baru sekolahnya yang mengajarkan ekstrakurikuler kartun bekerja sama dengan Gold Pencil dan Union of World Cartoonist (UWC) Indonesia sehingga sekolah lain juga bisa mengikuti.

Pasti bangga sekolah memiliki seorang siswa yang menang juara dunia di bidang kartun. Nah, untuk para orang tua jangan membuat batasan dan skill anak anda, karena setiap mereka memiliki keahlian dan kelemahan masing-masing. Selagi hal yang positif harus terus dukung agar bisa mengharumkan nama Indonesia.

Oke untuk itu sudah cukup para atlet untuk memberikan hadiah untuk Indonesia yang ke 73 Tahun. 



Sekali Merdeka, Tetap Merdeka....

#17Agustus2018 #17Agustus1945

Artikel Terkait