Bulan K3 Nasional Akankah Menjadi Kenyatan atau Sekedar Harapan??

Bulan K3 Nasional Akankah Menjadi Kenyatan atau Sekedar Harapan??


Bulan K3 Nasional Akankah Menjadi Kenyatan atau Sekedar Harapan?? - Adanya pelaksanaan Bulan K3 Nasional 2022 mengusung tema “Penerapan Budaya K3 Pada Setiap Kegiatan Usaha Guna Mendukung Perlindungan Tenaga Kerja di Era Digitalisasi”, apakah penerapan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) benar-benar telah menjadi sebuah budaya?

Memasuki usia 52 tahun semenjak diundangkannya, Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, ternyata masih belum mampu memberikan perlindungan yang optimal terhadap keselamatan pekerja. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya kasus-kasus kecelakaan kerja yang berakibat fatal dan  menimbulkan kerugian moril maupun materiil, yang dampaknya signifikan bagi tenaga kerja, pengusaha, maupun pemerintah.

Apalagi dengan angka kecelakaan kerja yang dirilis oleh Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJS TK) menunjukkan 177.161 kasus. Angka tersebut tentunya jauh lebih kecil dari aktual yang terjadi di lapangan. Mengingat masih banyak perusahaan yang belum mendaftarkan karyawannya sebagai peserta BPJS TK, sehingga angka kecelakaan yang disebutkan di atas boleh jadi hanya gambaran fenomena gunung es.

Dengan tingginya angka kecelakaan kerja bukanlah hal yang mengejutkan jika melihat kondisi lapangan kerja. Kurangnya pemahaman dan kesadaran tenaga kerja terhadap K3, minimnya kepedulian pengusaha/pengurus perusahaan dan lemahnya pengawasan dari instansi terkait adalah faktor utama penyebab buruknya penerapan K3 dalam skala nasional.

Keselamatan dan kesehatan kerja merupakan momok untuk kepentingan bangsa yang mesti dikawal ketat oleh aturan yang kuat. Sehingga masyarakat pekerja benar-benar dapat terlindungi dalam hubungan menjalankan pekerjaan di suatu bidang usaha. Peran aktif pemerintah sebagai pemilik regulasi, perlu didukung oleh elemen-elemen yang berkaitan lainnya secara bersama-sama menyuarakan penerapan K3. Tanpa itu, maka sudah dapat dipastikan bahwa upaya bangsa Indonesia untuk mewujudkan masyarakat berbudaya K3 hanya sebatas angan-angan.

Memasuki era Artificial Intelligence (AI), yang dikenal dengan era Revolusi Industri 4.0 yang mana peran manusia semakin banyak tergantikan oleh sistem komputer akan menjadi peluang sekaligus tantangan dalam terwujudnya penerapan K3. Di satu sisi AI akan memudahkan pekerjaan, yang artinya akan mengurangi resiko terhadap terjadinya insiden, namun di sisi lain juga akan berarti mempersempit peluang kerja manusia.

Jadi, para pengusaha yang memiliki perusahaan di harapkan mampu peduli terhadap para pekerja yang ada di lapangan dan dalam kantor. Karena merekalah semua penompang kalian para pengusaha untuk bisa maju dan sukses bersama. Peduli terhadap hak dan kewajiban karyawan, maka perusahaan kalian akan mendapatkan respect dari mereka.

Informasi

14 Komentar untuk "Bulan K3 Nasional Akankah Menjadi Kenyatan atau Sekedar Harapan??"

  1. Sudah menjadi hak karyawan mendapatkan jaminan keselamatan kerja dan kesehatan. Semua sudah diatur di undang-undnag untuk diikutkan BPJS naker dan kesehatan. Semoga penerapan di dunia nyata semakin banyak yang peduli menerapkan aturan ini sebagai perhatian dan apresiasi bagi pegawai

    BalasHapus
  2. Yakin, insha allah bisa tercapai mas. Doain aja terus

    BalasHapus
  3. Oh iya, Maret ini bukan K3 yah? Karena udah resign jadi lupa.
    Kebetulan dulu saya bekerja di perusahaan yang bergerak di industri baja. Biasanya di bulan K3 ini ada lomba-lomba yang diadakan oleh Safety Team.

    Pengalaman saya di perusahaan dulu, sebenarnya manajemen perusahaan udah sangat peduli dengan prosedur dan kelengkapan keselamatan karyawan, namun selalu faktor manusia/human error yang menyebabkan terjadinya kecelakaan. Kebanyakan pekerja suka skip dengan prosedur atau tidak menggunakan APD yg lengkap.

    BalasHapus
  4. Miris kalau tahu karyawan tidak dilindungi oleh perusahaan dalam keselamatan bekerja, padahal itu wajib. Sementara karyawan butuh pemasukan sehingga mau tidak mau dijalani juga

    BalasHapus
  5. Jika perusahaan besar, penerapan K3 mungkin bisa. Yang perusahaan kecil ini lho asli PR banget. Gak jarang kecelakaan kerja terjadi. Pas bosnya baik ya bisa dibiayai. Kalau gak, duh

    BalasHapus
  6. Nah setuju banget mas, perusahaan mesti peduli dgn para pekerjanya baik dalam dan luar lapangan. Karena itu hak dan kewajiban jga jadi bukti agar perusahaan mendapatkan tempat di hati pekerjanya alias respect gtu

    BalasHapus
  7. Penerapan K3 ini adalah hak karyawan ya, dan sangat penting sekali. Jadi seharusnya perusahaan berusaha untuk memenuhinya.

    BalasHapus
  8. Mudah-mudahan semakin banyak pemilik perusahaan yang jujur dan mengerti hak karyawan dengan mendaftarkan ke BPJS TK

    BalasHapus
  9. Semoga semakin banyak perusahaan yang peduli dan menerapkan kesehatan dan keselamatan kerja para karyawan. Itu salah satu hak karyawan yang perlu diperhatikan ya.

    Baru tau, kalau bulan ini, bulan K3. Makasih infonya

    BalasHapus
  10. Kecelakaan, keselamatan kerja perlu dipahami sama karyawan, agar dapat mengantisipasi hal² yg tidak diinginkan

    BalasHapus
  11. Waktu di perusahaan dulu penerapan K3 nya sudah memupuni. Dari atasan juga peduli akan keselamatan kerja karyawan. Tapi yaa tidak semua atasan peduli akan hal itu

    BalasHapus
  12. semoga bisa terus inovasi dan perbaikan program yang lebih bagus dan lebih memberikan kesejahteraan yang lebih baik buat para karyawan yaa, makin maju negara, ekonomi, seharusnya berbanding lurus juga sama perbaikan kesejahteraan nya juga

    BalasHapus
  13. di perusahaan tempat saya bekerja dulu sangat memperhatikan kesejahteraan karyawannya. Semua hak karyawan diberikan. Semoga semakin banyak perusahaan yang menerapkan hal itu

    BalasHapus
  14. respect banget sama instansi yang mampu memberikan hak dan kewajiabn pekerjanya dg baik, karena memang itu tanggungjawba mereka membaca fakta bahwa angka yang masuk ternayta jauh dri kondisi dilapangan ini sudahmembuktikan bahwa banyak instansi yangtidak taat aturan. artinya banyak pekerja yang juga tidak terjjamin keselamatan kerjanya

    BalasHapus
Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel