Tiga Obat Pengurang Nyeri Haid Ini Bahaya Jika Dikonsumsi Terus-menerus

Tiga Obat Pengurang Nyeri Haid Ini Bahaya Jika Dikonsumsi Terus-menerus

Tiga Obat Pengurang Nyeri Haid Ini Bahaya Jika Dikonsumsi Terus-menerusApakah anda sering mengalami haid saat siklus setiap bulan dating, apalagi hadi saat pertama kali? Yupp, banyak wanita bertanya sakit perut saat haid apakah berbahaya atau normal? Faktanya, ada begitu banyak factor - faktor yang dapat memengaruhi aliran darah menstruasi Anda, tetapi banyak dari kaum wanita yang tidak menyadari bahwa obat yang kita minum sebenarnya adalah salah satunya. Beberapa ada yang dapat membantu, dan beberapa dapat menjadi penghalang, akan tetapi bagaimanapun juga, ada baiknya Anda mengikuti petunjuk penggunaan sehingga Anda tahu apa yang akan terjadi dengan tubuh sepanjang siklus Anda.

Berikut ini adalah penjelasan tiga obat yang paling umum yang dapat mempengaruhi menstruasi Anda beserta efek samping yang dapat terjadi.

Aspirin

Ini adalah obat yang sangat umum digunakan sebagai pereda nyeri haid dan sakit lain terkait periode menstruasi, tetapi jika Anda menggunakan aspirin  setiap bulan, mungkin ada baiknya untuk mempertimbangkan lagi menggunakan pil lain karena ternyata aspirin dapat menambah masalah organ tubuh lainnya. Aspirin membuat aliran darah menstruasi lebih berat karena karakteristik obat ini sebagai pengencer darah. Namun, Aspirin tidak selalu menjadi penyebab pembalut atau tampon Anda menjadi lebih cepat penuh, sehingga terjadi saat kebocoran. Jika memang belum mengurangi permasalahan menstruasi Anda, tidak ada salahnya untuk mencoba obat penghilang rasa sakit lain dengan memberi jeda waktu.

Ibuprofen

Ibuprofen cukup hebat dalam memerangi rasa sakit, dan mampu secara khusus menargetkan reseptor di dalam rahim yang memungkinkan kontrol rasa sakit yang sangat lebih baik. Ibuprofen memiliki manfaat tambahan yaitu mendorong darah untuk membeku, dan dengan demikian mengurangi aliran menstruasi. Terdengar ideal, bukan? Tetapi sebelum Anda mengeluarkan uang Anda untuk tablet, Anda harus tahu bahwa Ibuprofen juga dibuat dengan peringatan. Kelemahan dari penggunaan jangka panjang adalah peningkatan risiko terkait pembekuan darah seperti DVT.

Risiko pembekuan darah juga dapat naik karena alasan lain, termasuk kelebihan berat badan, menjalani kehamilan, atau memiliki kondisi yang membuat pembekuan darah Anda lebih mudah daripada kebanyakan. Oleh karena tetap menggunakan dalam standar sesuai prosedure.

Pil Kontrasepsi

Terdapat beberapa cara pil yang dapat memengaruhi menstruasi Anda, dan itu bukan hanya menunda atau menghentikan menstruasi sama sekali. Menggunakan pil kontrasepsi setiap hari pada waktu yang bersamaan tidak menjamin periode menstruasi Anda teratur. Pil ini bisa saja membuat tidak adanya periode menstruasi atau tidak teraturnya siklus.

Informasi

20 Komentar untuk "Tiga Obat Pengurang Nyeri Haid Ini Bahaya Jika Dikonsumsi Terus-menerus"

  1. dari yang disebutkan aku taunya cuma aspirin. aku juga sering ngrasain nyeri sih tapi biasanya minum jamu, takut juga soalnya klo keseringan minum obat

    BalasHapus
  2. Segala obat kalau dikonsumsi terus menerus, pasti ada efek sampingnya juga ya, Mas Rozi. Dan saya juga tau ada obat feminax yang menghilangkan rasa nyeri saat haid.

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap sebenarnya kan obat juga racun. malau kebanyakan malah merusak ginjal dan organ lainnya. karena hanya saat darurat saja saya mau minum obat, selebihnya pakai cara tradisional: kompres dg air hangat

      Hapus
  3. Kalau nyeri haid sebaiknya memang pakai cara alami aja untuk mengurangi rasa sakitnya, lebih aman :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. nah ini aku juga setuju. Karena istriku juga selama ini kebetulan dalam nyeri haidnya dia hanya pakai jamu bikinan sendiri saja. ya meski aku tetap jadi sasaran amarah emosinya dia sih saat dia nyeri haid

      *curcol. ahahha.

      Hapus
  4. Aspirin udah paling bener ya. Adik sering minta beliin ini. 😊 Cuma ya kadang nggak aku beliin. Terlalu banyak konsumsi obat juga gak baik kayaknya. Hehe

    BalasHapus
  5. Aku biasanya minum jamu kunir asem kalau lagi nyeri haid. Lebih aman dan Sehat. Dan kebetulan memang jarang sih nyeri haid... Alhamdulillah

    BalasHapus
  6. Alhamdulillah, sangat jarang memasukkan tiga jenis obat di atas, di kotak obat P3K
    Tapi, pakenya painkiller yg warna merah. Hiks..

    BalasHapus
  7. Pernah konsumsi pil KB dulu banget saat tidak kunjung hamil ....tapi nyatanya juga tak berpengaruh... Alhamdulillah saya hamil normal meski lewat bantuan dokter. Sedang untuk dua obat diatas saya juga belum pernah mengkonsumsinya. Terimakasih informasinya ya mbak, bisa nambah pengetahuan.

    BalasHapus
  8. Tak hanya ketiga obat ini, sepertinya hampir semua obat itu gak baik kalau dikonsumsi secara terus-menerus ya, Mbak? Apalagi dalam jangka yang panjang.. Bener gak sih?

    BalasHapus
  9. Masalah haid ini jadi dilema juga buat aku. Dari remaja dulu, aku kalau pas haid hari pertama dan kedua bisa sampai terkapar gitu saking sakitnya. Dulu sering juga minum obat penahan sakit, tapi kemudian dikasih tahu orang akan efek sampingnya yang gak bagus buat tubuh, akhirnya berhenti. Sekarang lebih sering pakai jamu sih

    BalasHapus
  10. Untungnya saya gak minum-minum obat pereda nyeri haid ini. Nikmatin aja karena ini bagian dari wanita .

    BalasHapus
  11. Analgesik memang tidak baik dikonsumsi terus menerus.. karena dia langsung berefek ke sistem syaraf.. Buat perempuan yang haidnya tidak lancar (sehingga jadi nyeri) harus ubah pola hidup termasuk diet dan olahraga.. karena sebenarnya secara tidak langsung itu bakal berpengaruh ke kesehatan hormon dan rahim

    BalasHapus
  12. Sesungguhnya aku baru tau ketiga itu bisa menghilangkan nyeri haid wkwkkw kalau aspirin kiran kalau pusing aja. Aku kl haid pakenya obat yg pink itu lhhooo :3

    BalasHapus
  13. Kakak saya sering pakai aspirin untuk meredakan nyeri ketika menstruasi. Memang benar-benar bermanfaat obat tersebut...

    BalasHapus
  14. Gak pernah minum obat2an untuk menstruasi. Ya sakit sih, tapi masih bisa ditahanlah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yg aku justru khawatir itu obat penunda mens soalnya bakalan diminum pas pergi haji nanti. was was sebenernya, pengen nggak minum aja.

      Hapus
  15. Baca ini jadi ingat waktu haid sering banget ngalami nyeri haid yang sakitnya minta ampun tapi masih lebih parah sakit kontraksi sih, haha tapi kalau ngalami nyeri haid saya nggak pernah minum obat. Paling obatnya tidur saja sambil menahan rasa nyerinya hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. *eh maksud saya waktu masih lanjang. Sudah nikah alhamdulillaah gak pernah lagi ngalami nyeri haid yang berlebihan

      Hapus
  16. Serem juga ya Mas, untung saya nggak pernah konsumsi obat penghilang nyeri apapum saat menstruasi. Untungnya lagi saya jarang nyeri,ya kalau nyeri paling tinggal banyakin istighfar aja.

    BalasHapus
Catatan Untuk Para Jejaker
  • Mohon Tinggalkan jejak sesuai dengan judul artikel.
  • Tidak diperbolehkan untuk mempromosikan barang atau berjualan.
  • Dilarang mencantumkan link aktif di komentar.
  • Komentar dengan link aktif akan otomatis dihapus
  • *Berkomentarlah dengan baik, Kepribadian Anda tercemin saat berkomentar.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel